Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Kewarganegaraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Kewarganegaraan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 November 2017

Beragama



Belakangan ini banyak sekali postingan di dunia maya yang bikin gue ngerasa apa, ya? Sendirian mungkin. Merasa makin asing.

Sedih rasanya melihat ternyata banyak muslim yang masih bingung. Bingung caranya untuk tetap berpegang teguh pada aqidahnya, tetapi tetap bisa menjadi muslim yang mengerti toleransi. Banyak muslim yang mencampuradukkan. Mencampuradukkan dan membenarkan semua agama hanya supaya dianggap toleran, bahkan menganggap agama hanyalah warisan. Padahal agama itu adalah pilihan. Kalau gue bilang, agama itu berkah dari Tuhan. Terserah kalau ternyata umat lain beranggapan yang sama. Karena begitulah seharusnya beragama. Yakin kalau agamanya adalah rahmat dari Yang Maha Kuasa.

Kena sulit sekali orang-orang mengerti, menjadi muslim yang taat dan toleran itu sangat mungkin. Mungkin gue beruntung, karena di sekitar gue begitulah Muslimnya. Ilmunya tinggi, tapi ademnya luar biasa. Mungkin yang begitu masih sedikit terdengar suaranya. Karena rata-rata dari mereka memang jarang bersuara. Seakan-akan mereka tidak ada. Sering kali gue iri ngelihat umat agama lain, kristiani contohnya. Yang beriman betul pada agamanya. Tidak bingung. Tidak mengiyakan semua ajaran agama karena mereka yakin agama mereka lah yang benar.

Bukannya memang harus begitu, ya , dalam beragama? Beriman dengan keyakinan yang dipeluk. Bertoleransi karena tidak menyalahkan ajaran agama lain. Bertoleransi karena membiarkan orang lain memeluk apapun yang mereka yakini. Tetap sibuk belajar tentang agama sendiri sebelum membanding-bandingkan dan mencari kesalahan dari agama lain. Tapi tidak pernah mereka dicap intoleran. Tidak pernah seorang kristen yang taat, yang sering berdakwah atau sekedar menyampaikan satu dua patah ayat dari Al-Kitab dianggap radikal.

Hanya muslim. Hanya muslim yang berjenggot, berkerudung panjang, yang sering kali membicarakan agama di akun media sosialnya, yang kuat prinsip agamanya, yang boleh dianggap ekstrim. Walaupin Ia tidak memojokkan agama lain, tapi ayat-ayat Quran tersebut sudah cukup untuk membuatnya dikategorikan demikian. Mungkin karena Islam adalah mayoritas. Kalau mayoritas tidak fleksibel, tandanya mayoritas intoleran.

Lalu di mana salahnya? Di mana letak kesalahan kita? Di sisi lain, kesedihan hati ini disebabkan oleh saudara seiman gue yang dengan mudahnya mengkotak-kotakkan orang ke kategori suci dan berdosa. Menjadi muslim yang judgemental itu bahaya.

Mungkin seringkali kita bermaksud berdakwah, tapi salah caranya. Bermaksud ingin menyebarkan ajaran Islam, tapi tidak tahu caranya. Malah membuat orang lain membuang muka. Mencoba meluruskan sekelompok manusia yang masih abu-abu itu sulitnya luar biasa. Butuh strategi karena tenyata agama sudah hilang pesonanya. Bahkan di Indonesia yang adalah negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia.

Saudara seimanku, sampaikanlah walau satu ayat. Tapi ingatlah untuk selalu melembutkan hatimu. Ayat-ayat Allah itu mulia. Sampaikanlah dengan ikhlas, dengan tulus, tanpa menyertakan egomu, tanpa menyertakan kesombonganmu.

Allah lah yang menjadikanmu seperti sekarang. Allah lah yang menunjukan kebenaran kepadamu. Janganlah engkau lupa kalau dahulu kau berada di posisi itu, posisi yang sekarang engkau anggap masa kelammu.

Pesan ini berlaku buat kita semua, termasuk gue.

Sebaik-baiknya berdakwah, dakwah yang terbaik adalah dengan perilaku kita.

You Are My Sunshine

You Are My Sunshine
by Johnny Cash

The other night dear, as I lay sleeping
I dreamed I held you in my arms
But when I awoke, dear, I was mistaken
So I bowed my head and I cried

You are my sunshine, my only sunshine
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away

I'll always love you and make you happy
If you will only say the same
But if you leave me and love another
You'll regret it all some day:

You are my sunshine, my only sunshine
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away

You told me once, dear, you really loved me
And no one else could come between
But now you've left me and love another;
You have shattered all of my dreams:

You are my sunshine, my only sunshine
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away

In all my dreams, dear, you seem to leave me
When I awake my poor heart pains
So when you come back and make me happy
I'll forgive you dear, I'll take all the blame

You are my sunshine, my only sunshine
You make me happy when skies are gray
You'll never know dear, how much I love you
Please don't take my sunshine away

Sumber :
https://genius.com/Johnny-cash-you-are-my-sunshine-lyrics

12 Kebiasaan Mahasiswa Sukses

1. Tujuan jangka pendek dan jangka panjang
Menetapkan tujuan dan memenuhinya benar-benar menjadi momentum kesuksesan. Memiliki tujuan akan memberi kita arah dalam kehidupan kuliah. Sebuah tujuan juga akan mendorong kita terus maju ketika kita ragu tentang apa yang akan kita alami.
2. Mengikuti jadwal belajar
Kuliah adalah tentang menguasai seni multitasking. Untuk melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu, kita perlu membuat jadwal kegiatan dan rencana belajar. Demikian dilansir Campus Grotto, Senin (23/9/2013).
3. Memanfaatkan dosen
Mahasiswa yang sukses tahu betul bagaimana cara mendulang ilmu sebanyak mungkin dari para dosen. Mereka mendatangi dosen pada saat jam kerja dan berdiskusi tentang materi kuliah. Dengan melakukan hal ini, mahasiswa akan mendapat nilai lebih baik dalam ujian, lebih puas dengan kuliah, dan merasa lebih terhubung dengan kampus dan para dosen.
4. Menggunakan teknik belajar dan mencatat
Menguasai teknik belajar dan mencatat yang tepat memungkinkan kita untuk belajar lebih baik dan efisien.
5. Aktif di kegiatan ekstrakurikuler
Siapa bilang sukses di kampus berarti melulu menghadapi setumpuk buku? Mahasiswa yang sukses juga aktif dalam berbagai kegiatan luar ruangan seperti di unit kegiatan mahasiswa (UKM). Aktivitas ini justru meningkatkan kepuasan seseorang tentang pengalaman kuliah mereka.
6. Memanfaatkan sumber daya kampus
Mahasiswa sukses enggak malas memanfaatkan perpustakaan dan pusat karier di kampus.
7. Menyeimbangkan kuliah
Triknya adalah memilih mata kuliah yang bervariasi baik dari beban SKS maupun tingkat kesulitannya.
8. Rajin kuliah dan aktif di kelas
Seperti halnya sekolah, mahasiswa yang sukses duduk di depan dan aktif dalam diskusi di kelas. Mereka bertanya dan memberikan pendapat.
9. Memanfaatkan peralatan belajar.
10. Siap menghadapi ujian
Karena ujian memberi persentase terbesar dalam nilai akhir, maka mahasiswa sukses tahu betul bagaimana belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.
11. Membuat kelompok belajar
Biasanya, seseorang akan belajar lebih banyak ketika dia belajar bersama di sebuah kelompok kecil ketimbang belajar sendiri. Seseorang akan belajar lebih baik dengan mengajari orang lain karena materi yang kita ajarkan menjadi lebih kuat menancap di memori. Sebaliknya, kita juga bisa meminta saran dari teman tentang hal yang belum kita kuasai.
12. Tidur cukup
Kuliah membutuhkan tubuh yang sehat. Mahasiswa butuh istirahat yang cukup serta sehat secara fisik dan psikis. Lama tidur yang dijalani seseorang berdampak besar pada performa akademiknya. Mendapatkan otak yang encer dimulai dengan tidur yang cukup.

Sumber :
https://news.okezone.com/read/2013/09/21/373/869740/12-kebiasaan-mahasiswa-sukses

Resep Membuat Macaroni Schotel



Resep Membuat Macaroni Schotel

Bahan-bahan :
·  1 butir Bawang Bombay uk sedang
·  200 gr macaroni elbow rebus tiriskan beri minyak,aduk rata
·  140 gr Keju Parut(bole campur cheddar,mozza/edam)
·  3 buah Sosis sapi,potong kecil
·  4 btr Telur utuh
·  320 ml Susu cair Full cream
·  Sesuai selera garam pala merica
·  1 buah Wortel potong dadu kecil
·  BAHAN SAUS PUTIH :
·  160 gr Keju parut(bole cheddar,mozarella/edam)
·  300 cc Susu Cair
·  2 sdm Tepung segitiga
·  2 sdm butter

Langkah-langkah :

- Tumis bawang bombay dengan 2 sdm butter sampai harum,masukkan sosis+wortel,aduk2 sampai matang..
Keabisan kornet,kukira masi ada stock pdhl.akhirnya pakek full sosis.aku pake merk Bernardi.

- Masukkan macaroni rebus+keju aduk asal rata yah
Aku pake campuran Cheddar+edam

- Segera tuangi campuran susu+telur..lalu bumbu pala garam merica/kaldu bubuk gula sesuai selera..Masak lagi skitar 5 menitan..supaya meresap

- Saus putih : Panaskan butter,masukkan tepung terigu,aduk cepat supaya tidak menggumpal,segera tuangi susu+keju.masak api kecil sampai mengental+keju larut
NOTE : sausku bergumpal gumpallll soalnya aduk kurang cepet+api kebesaran+keju lom larut.hahaha gni dah kalo keburu2#tutup muka pake celemek


- Tata macaroni di atas pyrex/ramekin/alumunium cup,3/4 aja..siram dengan saus putih.taburi sedikit keju parut+oregano/parsley sesuai selera yaa,siap dipanggang:)

- Panggang di suhu 180 derajat sekitar 40 menit sampe harum matang (Kalo aku suka permukaan+samping kecoklatan soalnya makin wangi+nampol)

- Setelah matang,tunggu hangat/adem baru potong2..soalnya kalo abis mateng masi creamy banget belom set..
Harum bangettt,keju bangett,cuco dimaem sama saus tomat/sambal botolan..

- Setelah menghangat baru ta potong2.. hmm enak bangett..makaroni skotel paling ngejuu yang pernah ta bikin ;)
· 

- Super duper cheesy macaroni schotel,special for Cheeselover!!yaayy!

Sumber :
https://cookpad.com/id/resep/559393-super-cheesy-macaroni-schotel-panggang


Pendidikan Kewarganegaraan



Seperti yang kita ketahui, setiap suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan dari para orang-orang terdahulu yang dinama terdapat banyak nilai-nilai nasionalis, patriolis dan lain sebagainya yang pada saat itu menempel erat pada setiap jiwa warga negaranya. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang makin pesat, nilai-nilai tersebut makin lama makin hilang dari diri seseorang di dalam suatu bangsa, oleh karena itu perlu adanya pembelajaran untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut agar terus menyatu dalam setiap warga negara agar setip warga negara tahu hak dan kewajiban dalam menjalankan kehidupan berbangasa dan bernegara.
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang di harapkan. Karena di nilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan sejak usia dini di setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasikan penerus –penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan bernegara.
Tujuannya, Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta seni.
Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung  jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang:
  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
  2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masnyarakat berbangsa dan bernegara.
  3. Rasional, dinamis, dan sabar akan hak dan kewajiban warga negara.
  4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
  5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
Melalui pendidikan Kewarganegaraan , warga negara Republik indonesia diharapkan mampu “memahami”, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah yang di hadapi oleh masyarakat , bangsa dan negaranya secra konsisten dan berkesinambungan dalam cita-cita dan tujuan nasional seperti yang di gariskan dalam pembukaan UUD 1945.

Sumber :
https://irfanramadhan4.wordpress.com/2011/03/01/pengertian-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-pegertian/